PEMBAHASAN
MOTIVASI
DALAM MANAJEMEN
A.
Pendahuluan
Suatu
organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh
kepemimpinan. Suatu ungkapan mulia yang mengatakan bahwa pemimpinlah yang
bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, merupakan
ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi
yang terpenting.
Manajemen dalam sebuah
organisasi merupakan jenis pemikiran
yang khusus dari kepemimpinan di dalam usahanya mencapai tujuan organisasi.
Seorang manajer atau pemimpin dalam sebuah organisasi harus
memiliki sifat yang mendasar tentang kepemimpinan, antara lain sebagai berikut:
(1) dasar-dasar leading, (2) leading
melalui motivasi, (3) leading melalui
komunikasi, (4) leading melalui
keterampilan personal, (5) leading melalui
dinamika kelompok dan kerja tim dan (6) leading
melalui inovasi dan perancanaan perubahan.
Dimana
disebutkan leading melalui motivasi
sangat penting sifatnya, karena dapat menimbulkan semangat dan dorongan
seseorang untuk bekerja dengan baik dan pekerjaan tersebut cepat selesai.
Seorang manajer harus memiliki pengetahuan tentang pola motivasi. Dengan
demikian bawahan yang bekerjanya perlu dorongan dan semangat dari manajer akan
merasa terbantu oleh motivasi tersebut
B.
Pengertian
Motivasi
Motivasi
merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku
manusia., dan merupakan suatu proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar
melakukan sesuatu yang kita inginkan. Seorang karyawan mungkin menjalankan
pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, mungkin pula tidak. Maka dari
itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang pimpinan untuk bias
memberikan motivasi (dorongan kepada bawahannya agar bias bekerja
sesuai dengan arahan yang diberikan)
Stanley
Vance (1982) mengatakan bahwa pada hakikatnya motivasi adalah perasaan atau
keinginan seseorang yang berada dan bekerja pada kondisi tertentu untuk
melaksanakan tindakan-tindakan yang menguntungkan dilihat dari perspektif
pribadi dan terutama organisasi.
Pandangan manajemen klasik
tentang motivasi yaitu : orang-orang
memerlukan uang, jika mereka dibayar dengan baik, mereka akan bekerja untuk organisasi tersebut. Motivasi berasal dari kata
latin movore yang berarti dorongan, keinginan, sebab atau alasan seseorang
melakukan sesuatu.
Di bawah ini merupakan beberapa pengertian dari motivasi
yaitu:
Menurut Malayu
S.P. Hasibuan (2005:143).
”Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang
menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja
efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan”.
Menurut Anwar Prabu
Mangkunegara (2007:93).
“Motivasi adalah kondisi yang menggerakan pegawai agar
mampu mencapai tujuan dari motifnya”.
Menurut Marihot Tua Efendi Hariandja
(2002:321).
“Motivasi adalah faktor-faktor yang mengarahkan dan
mendorong perilaku atau keinginan seseorang”.
Menurut T. Hani Handoko (2003:252).
“Motivasi
adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk
melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan”.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
motivasi adalah dorongan dalam mengarahkan individu yang merangsang tingkah
laku individu serta organisasi untuk melakukan tindakan dalam mencapai tujuan
yang diharapkan
C.
Model
Motivasi
Berbagai
pandangan tentang model motivasi antara lain:
1. Model
Tradisional
Mengisyaratkan bahwa manajer menentukan bagaimana
pekerjaan harus dilakunan dan digunakan sistim pengupahan insentif untuk
memotivasi para pekerja semakin
produktif semakin banyak penghasilan.
2. Model Hubungan Manusiawi
Mengisyaratkan bahwa manajer perlu memotivasi bawahan
dengan pemenuhan kebutuhan sosial mereka sehingga merasa berguna dan penting.
Bawahan diberi kebebasan untuk membuat keputusan
sendiri dalam pekerjaan, dan memperhatikan kelompok organisasi informal.
3. Model
Sumber Daya Manusia
Mengisyaratkan bahwa karyawan dapat dimotivasi oleh
banyak faktor, tidak hanya uang atau keinginan untuk mencapai kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh
pekerjaan yang
berarti
.
D.
Tujuan Motivasi
Tujuan motivasi menurut Malayu S.P.
Hasibuan (2005:146) adalah sebagai berikut:
1.
Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
2.
Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
3.
Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan.
4.
Meningkatkan kedisiplinan karyawan.
5.
Mengefektifkan pengadaan karyawan.
6.
Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
7.
Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan.
8.
Meningkatkan kesejahteraan karyawan.
9. Mempertinggi
rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.
10.
Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.
E. Prinsip-prinsip Dalam
Motivasi Kerja
Anwar P. Mangkunegara (2007:100),
mengatakan bahwa terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja karyawan
adalah sebagai berikut:
1. Prinsip Partisipasi
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai
perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang
akan dicapai oleh pemimpin.
2. Prinsip Komunikasi.
Pemimpin mengkomunikasikan segala
sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang
jelas, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
3. Prinsip Pengakui Andil
Bawahan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan
(pegawai) mempunyai andil dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan
tersebut, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
4. Prinsip
Pendelegasian Wewenang
Pemimpin yang memberikan otoritas atau
wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan
terhadap pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat pegawai yang bersangkutan
menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.
5. Prinsip Memberi
Perhatian
Pemimpin memberikan perhatian terhadap
apa yang diinginkan pegawai bawahan, akan memotivasi pegawai bekrja apa yang
diharapkan oleh pemimpin.
E.
Proses Motivasi
Malayu S.P. Hasibuan (2005:151),
mengatakan bahwa proses motivasi adalah sebagai berikut :
1. Tujuan
Dalam proses motivasi perlu ditetapkan
terlebih dahulu tujuan organisasi. Baru kemudian para karyawan dimotivasi
kearah tujuan.
2. Mengetahui
kepentingan
Hal yang penting dalam proses motivasi
adalah mengetahui keinginan karyawan dan tidak hanya melihat dari sudut
kepntingan pimpinan atau perusahaan saja.
3. Komunikasi efektif
Dalam proses motivasi harus dilakukan
komunikasi yang baik dengan bawahan. Bawahan harus mengetahui apa yang akan
diperolehnya dan syarat apa saja yang harus dipenuhinya supaya insentif
tersebut diperolehnya.
4. Integrasi tujuan
Proses motivasi perlu untuk menyatukan
tujuan organisasi dan tujuan kepentingan karyawan. Tujuan organisasi adalah needscomplex
yaitu untuk memperoleh laba serta perluasan perusahaan. Sedangkan tujuan
individu karyawan ialah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan. Jadi, tujuan
organisasi dan tujuan karyawan harus disatukan dan untuk itu penting adanya
penyesuaian motivasi.
5. Fasilitas
Manajer penting untuk memberikan bantuan
fasilitas kepada organisasi dan individu karyawan yang akan mendukung
kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Seperti memberikan bantuan kendaraan kepada salesman.
6. Team Work
Manajer harus membentuk Team work
yang terkoordinasi baik yang bisa mencapai tujuan perusahaan. Team Work
penting karena dalam suatu perusahaan biasanya terdapat banyak bagian.



